ASTRAVERA BERDAMPAK MELALUI PENGABDIAN MASYARAKAT DI TPA MTJM SURAKARTA
Sukoharjo, 25 Februari 2026
Langkah pengabdian itu dimulai dari sebuah inisiatif. Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (HMPS MBS) Kabinet Astravera 2026 menginisiasi program pengabdian masyarakat di TPA MTJM Surakarta sebagai bagian dari rangkaian IBMF (Islamic Business Management Framework) 10.0 melalui program SAHARA (Semarak Harmoni Ramadhan).
Mengusung tema “Bersama Menebar Harmoni, Menguatkan Kepedulian, dan Meraih Berkah Ramadhan”, kegiatan ini bukan hanya menjadi agenda rutin organisasi, melainkan gerakan kolaboratif. HMPS MBS membuka kesempatan bagi volunteer pengajar untuk turut berkontribusi dalam program ini. Dengan demikian, pihak yang bersinggungan langsung dengan anak-anak TPA adalah pengurus HMPS MBS dan para volunteer yang telah terdaftar, membentuk tim pengabdian yang solid dan terstruktur.
Pembukaan Khidmat Hingga Pukul 16.00 WIB
Rangkaian pembukaan dilaksanakan mulai pukul 15.30 hingga 16.00 WIB. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana khidmat dan penuh makna. Lantunan ayat suci menjadi pengingat bahwa pengabdian ini berakar pada nilai-nilai spiritual dan tanggung jawab moral. Selanjutnya, seluruh hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai simbol komitmen kebangsaan dan dedikasi terhadap masyarakat.
Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Panitia IBMF 10.0, Saudari Rizka Fauziah. Ia menjelaskan bahwa program ini telah dirancang melalui grand design yang matang dan dilengkapi dengan Term of Reference (TOR) yang disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan anak-anak TPA MTJM. TOR tersebut dipadukan dengan kurikulum pengajaran TPA agar materi yang diberikan relevan dan aplikatif.
Ia menegaskan harapannya agar kegiatan ini mampu menghasilkan output yang terukur dan selaras dengan perencanaan yang telah disusun secara sistematis.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Umum HMPS MBS 2026, Saudara Dwi Cahyono Ardhi. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa program ini merupakan implementasi nyata dari Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
“HMPS MBS harus menjadi organisasi yang berdampak. Melalui inisiatif ini, kami ingin memastikan bahwa keberadaan organisasi tidak hanya dirasakan oleh internal, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Pembukaan resmi dilakukan oleh Pengasuh TPA MTJM Surakarta, Ustadz Raden Mas Jamal. Dalam pesannya, beliau mengingatkan bahwa mendidik anak-anak memerlukan kesabaran ekstra, karena setiap anak memiliki karakter yang berbeda. Tantangan tersebut menjadi ruang pembelajaran berharga bagi para pengurus dan volunteer untuk memahami dinamika sosial secara lebih luas.
Beliau juga berpesan agar setiap individu mampu meninggalkan jejak kebaikan di lingkungannya, bukan justru meninggalkan kemungkaran. Dengan doa dan harapan bersama, kegiatan pengabdian TPA secara resmi dibuka tepat pukul 16.00 WIB.
Sesi Mengajar: Kolaborasi Pengurus dan Volunteer
Selepas pembukaan, kegiatan langsung dilanjutkan dengan sesi inti pengabdian hingga pukul 17.20 WIB. Para pengurus HMPS MBS bersama volunteer pengajar terjun langsung mendampingi anak-anak dalam semaan Iqra’ dan Al-Qur’an sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing santri, mengikuti kurikulum dan aturan TPA MTJM.
Suasana belajar berlangsung interaktif dan penuh semangat. Materi tambahan yang telah dirancang dalam TOR mulai diimplementasikan secara bertahap, menciptakan pembelajaran yang tidak hanya fokus pada kemampuan baca tulis Al-Qur’an, tetapi juga penguatan karakter dan nilai-nilai keislaman.
Kegiatan ini menjadi awal dari rangkaian pengabdian selama dua pekan yang akan berlangsung hingga 5 Maret 2026. Selama periode tersebut, pengurus dan volunteer akan terus membersamai proses pembelajaran di TPA sebagai bentuk komitmen keberlanjutan program. Dari Inisiatif Menjadi Dampak
Program ini menjadi bukti bahwa HMPS MBS Kabinet Astravera 2026 tidak hanya berperan sebagai wadah pengembangan organisasi, tetapi juga sebagai motor penggerak kepedulian sosial. Dengan melibatkan volunteer, HMPS MBS menghadirkan semangat kolaborasi yang lebih luas dan partisipatif.
Di ruang sederhana TPA MTJM Surakarta, semangat pengabdian menemukan bentuk nyatanya. Bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah awal untuk membangun harmoni antara kampus dan masyarakat.
Karena pada akhirnya, organisasi yang bermakna bukanlah yang hanya aktif di dalam struktur, melainkan yang mampu menghadirkan manfaat di luar batas-batasnya.
